
Muda-Mudi Inspiratif

Nama Kevin Hartono rasanya sudah tidak asing lagi di telinga pembisnis Indonesia maupun mancanegara. Tidak hanya di kalangan pembisnis, laki-laki yang berzodiak leo itu juga terkenal namanaya di media sosial. Kevin yang akhirnya menyetujui tawaran wawancara dari Jangka News Magazine itu, kini tengah disibukkan dengan bisnis dan projek sosialnya. Ditemui di Hartono Corporation pekan lalu (20/9), untuk pertama kalinya, Kevin Hartono akan membagikan cerita mengenai dirinya.
Y!KES, Usaha Food and Beverage Pertama Hartono Corporation

Menjadi perusahaan tersukses nomor satu di Indonesia tidak serta membuat Hartono Corporation berhenti untuk berinovasi. Baru-baru ini, Hartono Corporation melebarkan sayap bisnis mereka di bidang food and beverage. Kevin Hartono sebagai otak dari Hartono's Food and Beverage juga ikut bertanggung jawab atas pembukaan cabang pertama mereka di Jakarta yang telah dilakukan bulan lalu.
Y!KES, restoran yang khusus menyajikan malatang itu sukses menjual dua ribu mangkok malatang pada jam awal pembukaannya. Padahal, laki-laki yang lahir di Surabaya itu awalnya merasa ragu dengan bidang usaha baru ini. Kevin juga mengaku agak kewalahan di hari-hari pertama pembukaan restorannya. Orderan yang membludak membuat mereka terpaksa tutup cepat di hari pertama mereka.
Bidang usaha baru yang ia geluti ini juga cukup meguras pikiran dan tenaganya. Namun, antusiasme masyarakat yang begitu besar akan pembukaan cabang pertama mereka membuat Kevin kembali berusaha mempersiapkan dengan baik cabang selanjutnya yang akan mulai menyebar ke seluruh Indonesia.
Tidak sendiri, Kevin ikut menggandeng rekan semasa berkuliahnya di UCLA dahulu yaitu Ayahya Al Fatih. "Saya dan Bang Yahya suka banget makan malatang waktu kita kuliah di Los Angeles, California dulu," cerita Kevin ketika ditanya mengenai asal ide berdirinya Y!KES. Kini, Yahya sendiri bekerja di salah satu instansi pemerintahan sambil ikut sibuk mengurus bisnis baru dengan Kevin yang juga merupakaan calon adik iparnya itu.
Ada yang tau kira-kira di kota mana cabang Y!KES selanjutnya?
Projek Buku Untuk Indonesia

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, University of California, Los Angeles, memiliki makna yang begitu berarti bagi Kevin. Tidak hanya memperkenalkannya dengan orang hebat seperti Yahya, namun juga banyak orang hebat lainnya yang berhasil menjadi temannya sampai sekarang. Salah satunya, Boris Pandjaitan. Laki-laki yang sukses membawa pembaharuan signifikan pada wajah baru Partai Bulan Hitam itu merupakan partner Kevin dalam menjalankan projek Buku Untuk Indonesia.
Buku Untuk Indonesia adalah projek non profit yang digagas oleh Kevin Hartono dan Boris Pandjaitan. Projek ini bertujuan untuk mendistribusikan buku bacaan ke seluruh Indonesia sampai ke pelosoknya. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan angka melek huruf di Indonesia serta mengkampanyekan gerakan literasi.
"Buku itu jendela dunia. Kami ingin agar anak-anak Indonesia bisa berwawasan luas lewat membaca buku," ujar laki-laki keturunan Tionghoa Surabaya itu ketika ditanya alasan dibalik projek yang mendistribusikan buku bacaan iu.
Kevin dan Boris percaya bahwa masa depan Indonesia ada di tangan para generasi muda. Oleh karena itu, keduanya ingin ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga ikut mendukung salah satu tujuan The Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu dengan memberikan pendidikan yang berkualitas. Rasa tanggung jawab itu juga semata-mata didorong keinginan mereka untuk mencetak generasi setelah mereka agar lebih berwawasan luas.
Projek yang diketahui baru akan dimulai bulan ini membuka kesempatan yang luas bagi sektor pemerintahan maupun swasta untuk ikut berkolaborasi bersama mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyediakan pendidikan yang berkualitas melalui kegiatan literasi.
Duka Hartono Corporation

Kesuksesan Hartono Corporation tidak lepas dari kerja keras dan usaha yang selama ini dilakukan Kevin dan keluarganya. Tidak hanya suka, Kevin mengaku merasakan duka ketika awal-awal keluarganya merintis perusahaan yang kini berhasil menembus pasar Asia, Amerika, sampai Eropa itu.
"Perusahaan itu dirintis dari bawah oleh Kakek saya. Kakek punya banyak anak dan salah satunya adalah Papi saya. Papi juga harus ikut bantu Kakek usaha sampai jarang pulang. Untung dari perusahaan juga harus dibagi rata ke semua anak Kakek. Saya dan keluarga memang hidup layak dan berkecukupan. Tapi, dibalik itu, kami juga hidup dibayang-bayang kebangkrutan perusahaan yang bisa bikin kita jatuh miskin dalam semalam." ujar Kevin ketika menceritakan bagaimana perjuangan keluarganya yang merintis usaha di tengah krisis finasial puluhan tahun lalu.
Sama seperti orang lain pada umumnya, Kevin dan keluarganya juga merangkak dari bawah menuju puncak kesuksesan. Beruntungnya, kini Kevin bisa merasakan privilege yang ada ketika bertumbuh dewasa.
"Orang-orang itu punya cara mereka masing-masing dalam menggunakan privilege yang mereka punya. Dan saya memilih untuk menggunakan privilege yang saya punya demi kepentingan banyak orang dan kepentingan bersama. Saya gak mau sukses sendiri. Saya gak mau pinter sendiri. Kalau saya punya kesempatan untuk mengajak orang di sekitarku untuk berkembang dan membuat orang lain berkesempatan untuk belajar, kenapa enggak?" finalnya dalam wawancara bersama Jangka News Magazine.
Jadi, apakah Kevin Hartono berhasil menginspirasi kalian?
Penulis : Andi Hasfi Atemajaya
Editor : Skolastika Cahyani